Indonesia   |    English   

BBWS Siapkan Ribuan Embung

http://www.koran-sindo.com/node/338463

Koran Sindo, 21 Oktober 2013 BANDUNG BARAT – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum menyiapkan ribuan embung dan mengoptimalisasikan bendungan sebagai upaya mengurangi sedimentasi di Sungai Citarum. Hal tersebut sebagai filter di setiap anak sungai sehingga limbah kotoran tidak masuk ke Citarum. Dengan demikian, target Citarum bersih pada 2018 yang dicanangkan Gubernur Jawa Barat bisa tercapai. ”Tingkat pencemaran di Citarum ini sudah sangat parah sehingga kami berencana membuat ribuan embung dan oxbow (sungai mati) sebagai filter kotoran,” tutur PPK Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air BBWS Citarum Yayat Yuliana di Kampung Cisameng Saguling, Rajamandala, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Yayat di sela-sela kegiatan arung Sungai Citarum yang digelar Dirjen SDA Kementerian Pekerjaan Umum mengaku, pembersihan Citarum tidak bisa instan. Apalagi, Citarum merupakan sungai terpanjang di Jawa Barat karena melintasi 13 kabupaten/kota, sehingga penanganannya perlu keterlibatan pemerintah daerah di masing- masing wilayah.

Tim Komunikasi Integrated Citarum Water Resources Management Investment Program (ICWRMIP) Diella Dachlan mengatakan, pencemaran Citarum 40%-nya adalah sampah rumah tangga. Sedangkan, sisanya ada yang merupakan limbah industri, mengingat ada ratusan anak sungai yang mengalir ke Citarum dan 46 anak sungai di antaranya berada di Kota Bandung. Berdasarkan kajian pada 2004–2007, teridentifikasi bahwa dibutuhkan waktu 15 tahun untuk membuat Citarum bersih. ”Itulah sebabnya perlu program kerja yang terintegrasi antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, dan kota karena pencemaran Citarum sudah menjadi isu internasional,” ucapnya.

Dia menambahkan, dibutuhkan sekitar 80 intervensi kegiatan. Saat ini sudah ada sembilan kegiatan dari enam instansi yang concern membersihkan Citarum, yakni Bappenas, Kementerian PU, BBWS Citarum, Kementerian Pertanian, Kesehatan, Kehutanan, dan Kementerian Lingkungan Hidup. Upaya pembersihan Citarum pun akan menjadi pertaruhan Bangsa Indonesia. Sebab, pada 6–10 November, di Sungai Citarum akan digelar International River Boardingyang diikuti 13 negara dari lima benua. ”Harapan kami, dengan adanya event internasional nanti, perhatian terhadap Citarum akan lebih meningkat. Outputnya tentu saja Citarum menjadi bersih, baik dihilir maupun di hulunya,” ujar Diella. ‚óŹ adi haryanto