Banjir (Lagi) dan Memanfaatkan Jejaring
Bandung. Hari Kamis (29/12/11), terik matahari di Kecamatan Bale Endah dan Dayeuh Kolot, dimanfaatkan oleh warga yang sejak Senin lalu (26/12/11) terkena banjir, untuk membersihkan rumah. Tak terkecuali masyarakat di kampung Leuwi Bandung, desa Citeureup, kecamatan Dayeuh Kolot.
Pak Yaya dan Ibu Lilis, warga RW 14 Leuwi Bandung, rumah kontrakannya persis terletak di muara Sungai Cikapundung yang bertemu dengan Sungai Citarum. Ketika banjir, luapan air bisa mencapai sekitar 1.5 meter, nyaris menenggelamkan rumah mereka. Namun, ketika surut, maka pasangan ini mendapatkan “rejeki tambahan lumpur” sungai di seputar rumah mereka yang persis menghadap Sungai Cikapundung.
“Kebetulan saya memang sehari-hari pekerjaannya mencangkul tanah. Bisa dapat 50 ribu rupiah dari hasil jual tanah. Karena warga sini perlu tanah untuk menguruk” Kata Pak Yaya. Karena itu, keluarga Pak Yaya, memilih tetap bertahan mengontrak rumah dengan harga Rp 150 ribu rupiah, meskipun banjir dan lumpur selalu mengancam kehidupan mereka, terutama jika hujan besar datang.
Kampung Leuwi Bandung, terletak persis di seberang desa Cieunteung, yang secara administratif masuk ke dalam Kecamatan Bale Endah, dipisahkan oleh Sungai Citarum.
Jika banjir, maka di Desa Citeureup ini yang paling parah terkena adalah RW 1,2 dan 14.
“Kalau di RW 14 ini ada sekitar 550 KK, yang terkena banjir ya hampir semuanya. Tahun ini malah ada 7 rumah yang roboh kena banjir”. Kata Rudi, warga RW 19. Belum lama ini Rudi aktif terlibat dalam gerakan penghijauan Sungai Cikapundung. Tugasnya menanam pohon di bantaran sungai di daerah muara Cikapundung. “Baru saja ditanam sekitar 1,500-an pohon di daerah ini, sekarang harus diganti semua, karena sepertinya akan mati tergenang”. Kata Rudi.
|
Untuk warga Kampung Leuwi Bandung, lokasi pengungsian terdekat adalah mesjid gedung PLN yang berada di jalan masuk menuju kampung ini, Mesjid RT 1 dan Mesjid Al Hilmi yang berada di kampung tersebut. “Biasanya hanya jika terjadi banjir saja dan untuk berjaga-jaga, begitu pagi hari, warga biasanya kembali ke rumah masing-masing”.
Daerah-Daerah “Langganan Banjir”
Kecamatan Bale Endah dan Dayeuh Kolot, Kabupaten Bandung ini sebagian besar daerahnya terkena oleh banjir, terutama jika musim penghujan tiba.
Beberapa daerah “langganan” banjir untuk Kecamatan Bale Endah, antara lain Cieunteung, Kelurahan Andir (termasuk kampung Cigosol, kampong Andir, Kampung Uak, Kampung Ciputat, Kampung Cibadak dan Kampung Parung Halang). Untuk Kelurahan Rancamanyar antara lain Kampung Cilebak dan Kampung Ciodeng.
Sedangkan untuk Dayeuh Kolot, antara lain Desa Citeureup (Kampung Leuwi Bandung, Kampung Lamajang) dan Desa Dayeuhkolot. Sedangkan untuk Desa Bojong Malaka yaitu Kampung Ciodeng RW 2 dan Kompleks Bojong Malaka Indah.
Di luar kecamatan tersebut, kecamatan lain yang juga sering terkena banjir adalah Kecamatan Bojong Soang ( Kampung Cijagra, Kampung Cigeubar, Kampung Cibosoro dan Kampung Kaliboson di Desa Bojong Asih).
Untuk Kecamatan Banjaran, yaitu Kampung Kamasan di Desa Kamasan. Untuk Kecamatan Kertasari yaitu Kampung Pajaten dan Kampung Pilar, Desa Tarumajaya)
Sedangkan Kecamatan Pasir Jambu, yang terkena banjir adalah Perkebunan Dewata di Desa Panenjoan.
Untuk Kecamatan Kutawaringin, yaitu Kampung Pameuntasan RW 2 di Desa Pameuntasan. Sedangkan untuk Kecamatan Rancaekek, yaitu di Desa Rancaekek Wetan, Rancaeke kulon, Bojong Loa.
(Data dari Baraya Bandung, Pusat Sumber Daya Komunitas-PSDK)
Memanfaatkan Jejaring
Di Kampung Cigosol, Kelurahan Andir, Kecamatan Bale Endah, luapan air berasal dari Sungai Cisangkuy dan Citarum. “Kalau kita sudah lihat Sungai Cisangkuynya meluap, berarti pasti banjir, karena Sungai Citarum sudah tidak bisa menampung lagi air dari anak-anak sungainya ini” Kata Reki, warga RW 9.
Dengan memanfaatkan jejaring, Reki dan teman-temannya, sering mendapatkan sms tentang adanya hujan deras dari rekan-rekannya yang tinggal di daerah Majalaya dan Pengalengan. “Begitu ada sms “hujan” di sana, langsung deh kami siap-siap kebanjiran.” Kata Reki.
Sedangkan Abah Edi, warga RW 9, mengatakan dengan jejaring pertemanan seperti ini, jika kampung Cigosol terkena banjir, maka para pemuda sukarelawan baik dari kampung tersebut atau bahkan dari daerah lain, siap datang membantu.
“Di Cigosol, ada sekitar 800 KK. Sekarang, ketika banjir, hampir 60 persen warga memilih bertahan di rumah masing-masing dan tidak ke pengungsian” Kata Abah Edi.
|
Posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, sudah siap siaga di Taman Kota sejak senin lalu (26/12/11), yang tak jauh dari lokasi-lokasi banjir di Kecamatan Dayeuh Kolot dan Bale Endah.
“Tugas utama kami koordinasi dengan para aparat pemerintahan di tingkat kabupaten dengan komunitas dan relawan dalam menghadapi banjir.” Kata Hendrawan, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik. “Sukarelawan di daerah ini luar biasa. Jika berkumpul semua, jumlahnya bisa mencapai 200 orang, dan sangat membantu dalam penanganan masa banjir ini”.
Selain perahu untuk evakuasi warga, Posko ini juga memiliki dua buah mobil untuk dijadikan sebagai dapur umum dan pengolahan air bersih. Mobil dapur umum dapat menyediakan makanan untuk sekitar 400 orang.
| Warga dapat melapor melalui telepon dan sms untuk berkordinasi dengan BPBD Kabupaten Bandung melalui nomor: 022-8582 72591 dan 082-129 995 800. |


