Indonesia   |    English   

Acara Peluncuran Penanggulangan Banjir Sungai Citarum

Bandung.  Penanganan banjir di Sungai Citarum adalah tindakan yang harus dilaksanakan segera. Karenanya, Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai Citarum akan memulai pelaksanaan Rehabilitasi Penanggulangan Banjir Sungai Citarum yang menyeluruh dan berkesinambungan dalam tiga tahun, yaitu mulai tahun 2011 hingga 2013, dengan melakukan pengerukan meliputi ruas Sungai Citarum dari hulu hingga hilir.

Keterangan foto: Acara simbolis dimulainya pekerjaan rehabilitasi penanggulangan banjir Sungai Citarum

Hal ini disampaikan oleh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC), Dr.A.Hasanudin, ME, pada acara Pencanangan Penggalian Pertama Pekerjaan Rehabilitasi Pengendali Banjir Sungai Citarum, hari Rabu (9/11/2011) di Bale Endah, Kabupaten Bandung.

Dari sekitar 200 tamu undangan yang hadir pada acara tersebut, hadir pula Menteri Pekerjaan Umum, Ir. Djoko Kirmanto, Dipl. HE, Gubernur Propinsi Jawa Barat, Ahmad Heriyawan, Bupati Bandung, Dadang M. Naser, institusi pemerintah pusat dan daerah seperti Bappenas, Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, jajaran Muspida dan Muspika, unsur TNI, pihak swasta dan organisasi kemasyarakatan.

Dalam acara tersebut, video singkat mengenai kondisi Sungai Citarum ditayangkan. Selain itu juga dilakukan penandatangan Nota Kesepahaman antara Pemerintah  Pusat dengan Pemerintah Daerah, Nota kerjasama antara pemerintah propinsi Jawa Barat dengan TNI, Nota Kerjasama antara BBWS Citarum dengan lembaga kemasyarakatan, pernyataan kesediaan badan usaha menyediakan dana sosial perusahaan (CSR) untuk merehabilitasi sekolah-sekolah, puskesmas, penanaman 100 ribu pohon sepanjang sungai Citarum, dan penyerahan alat komunikasi monitoring lingkungan DAS Citarum berbasis masyarakat dari tim Aku Cinta Indonesia (ACI) dan Telkomsel kepada Komunitas Paguyuban Relawan Raksa Citarum.

 

Keterangan foto: Untuk menandakan secara simbolis dimulainya pekerjaan pengerukan Sungai Citarum, Menteri PU mengoperasikan dan menjalankan mesin backhoe untuk mengeruk sedimen dari dasar sungai.

 

 

 

 

Pengerukan Sungai Citarum

Pekerjaan rehabilitasi penanggulangan banjir Sungai Citarum ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan memperlancar aliran sungai Citarum, serta mengurangi luas genangan yang diharapkan dapat mencapai 20,000 hektar.

Ruas pekerjaan ini meliputi: Ruas Citarum Hulu, Sapan hingga Nanjung, dengan panjang 45 kilometer di Kab. Bandung dan Kab. Bandung Barat.  Ruas Bendungan Jatiluhur hingga Bendung Curug, dengan panjang 9,5 kilometer di  Kab.Kab. Purwakarta dan Kab. Karawang. Ruas Walahar hingga Muara Gembong. Untuk Kabupaten Karawang meliputi Desa Walahar, Desa Kuta Ampel, Desa Tanjung Mekar dan Desa Tanjung Pakis. Untuk Kabupaten Bekasi meliputi Desa Laban Sari, Desa Karang Segar, Desa Jaya Sakti, Desa Pantai Mekar, Desa Pantai Bakti dan Desa Pantai Bahagia. Pekerjaan untuk kedua kabupaten tersebut total panjangnya 125  kilometer.

Total panjang seluruh pekerjaan di ruas Sungai Citarum ini  adalah 180 kilometer dengan pendanaan melalui APBN murni, dengan total anggaran pelaksanaan tahun jamak (multi-years) yaitu Rp 1,2 Triliun.

Pekerjaan Pemulihan Citarum

Menteri Djoko Kirmanto dalam sambutannya, menyebutkan bahwa ada beberapa pekerjaan yang saat ini sedang berjalan atau dalam proses terkait dengan penanganan Sungai Citarum, antara lain rehabilitasi saluran Tarum Barat dalam program Citarum Terpadu atau ICWRMIP, rehabilitasi waduk Djuanda Jatiluhur, dan waduk Cipancuh dalam program DOISP;  pengendalian banjir anak-anak sungai Citarum hulu, dalam program JICA, konservasi kawasan hulu dan hilir sungai Citarum rehabilitasi jaringan irigasi Jatilihur dalam program WISMP II, serta kegiatan pemberdayaan masyarakat antara lain bekerjasama dengan lembaga swadaya masyarakat.

Dalam sambutannya, Menteri Djoko Kirmanto menyampaikan apresiasinya terhadap pemerintah daerah untuk komitmennya terhadap Sungai Citarum. “Saat ini ada banyak pekerjaan terkait dengan Sungai Citarum yang sudah atau mungkin belum terkoordinasikan dengan baik. Saya berharap Gubernur  dapat membantu mensinergikan dan mengkoordinasikan semua kegiatan Penanganan Terpadu Wilayah Sungai Citarum guna memulihkan sungai Citarum secara terus menerus, sesuai dengan rencana yang telah dipersiapkan”

Menteri juga mengingatkan untuk para kontraktor dan konsultan untuk bekerja dengan sungguh-sungguh.  “Karena pekerjaan tahun jamak ini (multi-years) sangat dibatasi oleh waktu dan dana yang harus sesuai dengan rencana”, kata Menteri.

Pemerintah dan Masyarakat

Keterangan foto: Penandatanganan nota kesepahaman pemerintah dengan komunitas untuk bekerjasama dalam penanggulangan banjir Citarum

Gubernur Ahmad Heriyawan mengingatkan kembali akan pentingnya peranan Sungai Citarum bagi masyarakat khususnya masyarakat Jawa Barat. Didalam rangka penanganan banjir Citarum, Gubernur berharap dapat dilaksanakan melalui pendekatan filosofis, pendekatan normatif secara struktural dan non-struktural, serta pendekatan sosial budaya dan perubahan perilaku. “Kita, masyarakat Jawa Barat, bisa memulihkan Citarum. Sabilulungan Ngokolakeun Citarum (bersama-sama mengelola) kita bisa!”. tegas Gubernur.

Menteri Djoko Kirmanto menyebutkan bahwa identifikasi permasalahan termasuk identifikasi tindakan yang diperlukan untuk memulihkan Sungai Citarum. “Kita punya Citarum Roadmap yang merupakan suatu rangkaian rencana tindak atau intervensi yang harus dilaksanakan untuk memulihkan Wilayah Sungai Citarum oleh Pemerintah, baik pusat maupun daerah serta seluruh para pemangku kepentingan secara bersama-sama dan terpadu”.

Memulihkan Sungai Citarum tidak akan pernah berhasil tanpa adanya peran serta aktif dari berbagai sektor dan pemangku kepentingan terkait. Pemerintah pun belum tentu melakukan pemulihan Sungai Citarum tanpa adanya dukungan masyarakat. Hal ini seperti yang tertuang dalam visi Citarum Roadmap: Pemerintah dan masyarakat bekerja sama demi terciptanya sungai yang bersih, sehat dan produktif, serta membawa manfaat yang lestari bagi semua orang di wilayah sungai Citarum.

Teks: Diella Dachlan, Foto: Ng Swan Ti/Dok Cita-Citarum