Indonesia   |    English   

DAS Citarum Kian Mengenaskan

Jumat, 25 Maret 2011

www.klik-galamedia.com/indexnews.php

RANCAEKEK,(GM)-

Komunitas peduli lingkungan Kab. Bandung, Abah Edi mengatakan, untuk mengampanyekan peduli lingkungan, pihaknya bersama komunitas lingkungan lainnya akan terus menyuarakan kepedulian terhadap kerusakan alam. Khususnya dalam menyikapi kondisi Sungai Citarum atau Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Citarum yang kian mengenaskan.

"Kami akan menggunakan metode baru, yaitu menampilkan gambar atau foto kerusakan lingkungan yang berkaitan dengan pencemaran di Sungai Citarum. Tujuannya mengembalikan kesadaran masyarakat, kendati kami sempat dicemooh pihak lain," katanya kepada "GM" di Rancaekek, Kab. Bandung, Kamis (24/3). Metode baru ini diharapkan bisa menyentuh perhatian masyarakat maupun pemerintah. "Ini bentuk aksi tutup mata, telinga maupun mulut. Karena kita sering teriak-teriak, tapi nyatanya kondisi Sungai Citarum masih rusak dan kotor," katanya. 

Ia juga mengatakan, kiprahnya dalam memperjuangkan keselamatan lingkungan kurang mendapat dukungan dari media untuk menyosialisasikan berbagai kegiatan penyelamatan lingkungan. Jika ada publikasi di lapangan, bisa disinergikan dengan program pemerintah. Jangan sampai masyarakat tidak mengerti. Termasuk, pemerintah juga sepertinya kurang serius menyikapi kondisi Sungai Citarum.

"Karena itu, kami berusaha mendorong pemerintah supaya betul-betul menyelamatkan Sungai Citarum. Sebenarnya, yang punya Sungai Citarum itu masyarakat itu sendiri," tuturnya. Tapi ia menduga, Sungai Citarum menjadi korban kebijakan pihak-pihak terkait yang sebelumnya melakukan pembukaan hutan yang berdampak pada kerusakan ekosistem sungai. "Kerusakan Sungai Citarum juga diperparah dengan banyaknya perusahaan tekstil yang membandel guna mencari keuntungan. Akibatnya merusak lingkungan," ujarnya.(B.105)**