Mengunjungi Hulu Citarum
Mengunjungi mata air Sungai Citarum menjadi agenda kegiatan Kementerian Kesehatan, salah satu pelaksana program Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu di Wilayah Sungai Citarum (ICWRMIP).
Selama pelaksanaan Tahap 1 ICWRMIP Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) telah bekerja di tiga kabupaten/kota yaitu Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang, yang berada di wilayah hilir Sungai Citarum.
Keterangan foto: Kandang sapi pertama berjarak sekitar 400 meter dari kawasan Situ Cisanti.
“Selama ini kami tahu Sungai Citarum diberitakan sebagai Sungai terkotor di dunia, kami di Karawang melihat bagian sungai Citarum ini baru yang melewati Saluran Tarum saja, karenanya senang bisa melihat langsung sumber air sungai terbesar di Jawa Barat ini” Kata Agus Dwi Yuniarto, Dinas Cipta Karya Kabupaten Karawang ketika mengunjungi Situ Cisanti, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung (16/5/12).
Selain Dinas Cipta Karya, Bappeda dan Dinas Kesehatan dari tiga kabupaten kota juga turut serta dalam kunjungan ke Situ Cisanti. Dalam program ICWRMIP, Kementerian Kesehatan melaksanakan Sub-komponen 2.3 yaitu Dukungan Prakarsa Masyarakat dan LSM untuk Perbaikan Air Bersih dan Sanitasi di 15 desa di tiga kabupaten kota, dengan pemanfaat program sekitar 65,880 jiwa.
Tujuan program ini adalah untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, mengurangi jumlah penderita penyakit yang diakibatkan oleh air dan sanitasi yang buruk pada masyarakat sepanjang DAS Citarum. Program dilakukan melalui peningkatan ketersediaan air bersih, sanitasi dan peningkatan perilaku pola hidup bersih dan sehat berbasis masyarakat.
Keterangan foto: Metode Sanitasi Total Berbasis Masyarakat menggunakan metode-metode pemicuan dan motivasi, termasuk bermain sambil belajar.
Sampai akhir tahun 2011 sebanyak tiga desa/kelurahan yang telah memulai pelaksanaan kegiatan ini yaitu: (1) Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, (2) Desa Pasir Tanjung, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi dan (3) Desa Wadas, Kecamatan Teluk Jambe Timur, Kabupaten Karawang.

“Selama ini kami mendengar bahwa kurang dari 1 km dari mata air Sungai Citarum, air sudah tercemar oleh kotoran sapi. Kali ini kami bisa melihat langsung fakta di lapangan.” Kata Susanto, Sekretaris Eksekutif program ICWRMIP Kementerian Kesehatan, yang berharap agar metode Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang selama ini sudah dijalankan di wilayah hilir Sungai Citarum, dapat direplikasi ke wilayah hulu Sungai Citarum. Tujuannya, dengan metode STBM tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi pencemaran kotoran sapi, masalah sanitasi serta limbah rumah tangga yang memerlukan kerjasama dengan Kementerian dan instansi terkait.
Keterangan foto: Kawasan hulu Sungai Citarum
Keterangan foto: Rombongan Kementerian Kesehatan dengan dinas terkait dari Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi dan Kabupaten Karawang



