Citarum Meluap Pengerukan Terhambat
Jumat, 24 Februari 2012
BELEENDAH,(GM)-
Hujan deras yang turun sejak satu pekan terakhir menyebabkan naiknya debit air Sungai Citarum. Selain debit air naik, arus Sungai Citarum pun cukup deras sehingga pengerukan dasar sungai terhambat. Alat berat ekskavator yang biasanya mengeruk bagian tengah Sungai Citarum, untuk sementara dialihkan ke pinggir sungai.
"Faktor cuaca yang kurang bersahabat sangat berpengaruh terhadap pengerukan dasar Sungai Citarum. Paling yang bisa dilakukan menyiasati sasaran pengerukan dari bagian tengah ke bagian pinggir sungai. Bahaya kalau tetap memaksakan diri melakukan pengerukan pada bagian tengah sungai," kata Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, Hasanudin di Baleedah, (18/2).
Dikatakan, petugas BBWS Citarum mengeruk dasar Sungai Citarum selama 24 jam yang terbagi dalam tiga sif, terhitung sejak November 2011. Lebih dari 300 alat berat dikerahkan, baik ekskavator maupun dumpruck.
"Yang paling diwaspadai hujan yang terjadi pada malam hari. Terkadang kalau hujannya sudah di ambang batas toleransi, maka pengerukan dihentikan sampai situasi dipandang sudah tidak membahayakan," jelas Hasanudin.
Lumpur atau endapan Sungai Citarum yang berhasil diangkat ke daratan mengalami proses sampai benar-benar aman atau terbebas dari kandungan zat berbahaya. Banyak warga yang ingin memanfaatkan lumpur Sungai Citarum untuk mengeruk lahan miliknya.
Menurutnya, diperkirakan lumpur yang mengendap di dasar Sungai Citarum sepanjang 30 kilometer mencapai 2,8 juta meter kubik, menyebabkan dasar sungai tertutup lumpur setebal 1 sampai 2 meter.
Jaring sampah
Masih dikatakan Hasanudin, lumpur yang berhasil diangkat dari dasar sungai sebagian akan dibuang ke bantaran sungai. Lumpur yang kondisinya buruk akan ditampung pada penampungan khusus, sementara lumpur yang kondisinya bagus bisa dimanfaatkan masyarakat. "Rencananya kita akan mengerahkan dua mesin penyedot lumpur, namun sekarang baru datang satu mesin," ujarnya.
Selain pengerukan, tambahnya, BBWS juga akan memanfaatkan jaring pengaman sampah (JPS) dari wilayah hulu Sungai Citarum dengan mengerahkan personel dan armada angkutan sampah. Hal ini dilakukan untuk mencegah jangan sampai sampah yang dibuang ke Sungai Citarum langsung tertangani, tidak sampai mengendap di dasar sungai.(B.104)**


