Indonesia   |    English   

8500 Pohon Untuk Cikapundung

Menanam sebatang pohon ibarat menanam kehidupan. Universitas Terbuka (UT), sebuah universitas negeri yang berpusat di Jakarta dan memiliki kantor hampir di seluruh propinsi di Indonesia, mencanangkan gerakan Go Green sejak tahun 2010. Dimulai dari gerakan kampus yang berusaha menghemat kertas, listrik dan air, kini melalui Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) melakukan penanaman sekitar 40,000 pohon di Bandung, Purwekerto, Yogyakarta, Surakarta dan Bandung.

Di Bandung, Daerah Aliran Sungai (DAS) Cikapundung, yang menjadi lokasi penanaman, dari daerah hulu dan hilir. “Totalnya sekitar 7,500 pohon, 1,000 pohon kami persiapkan sebagai penggantian jika ada pohon yang mati.” Kata Prof. Ir. Tian Belawati Med. Phd, Rektor Universitas Terbuka, di hulu Cikapundung di Curug Dago. (Rabu, 28/12/11).

Dalam gerakan penghijauan, perawatan tanaman adalah suatu keharusan. Karena tanpa perawatan, maka pohon akan mati. Banjir di daerah Dayeuh Kolot yang terjadi sejak 26 Desember lalu itu, menyebabkan ribuan rumah terendam dan mengakibat ribuan jiwa mengungsi, juga diduga merendam pohon-pohon yang baru ditanam, hingga ketika banjir surut nanti, lokasi pohon baru mungkin harus diganti dan dipindahkan ke daerah lain.

Dalam penanaman dan pengawasannya di DAS Cikapundung, UT bekerjasama dengan Cikapundung Rehabilitation Program (CRP), Yayasan Pribumi Alam Lestari (YPAL) dan Kecamatan Coblong serta Taman Hutan Raya (Tahura) Juanda. Daerah hulu Cikapundung yang sebagian memang melewati kawasan Tahura, yang luas total kawasannya adalah sekitar 526,7 hektar.

Camat Coblong, Anton Sugiono, mengatakan Gerakan Sungai Cikapundung untuk memulihkan sungai agar kembali Bersih merupakan upaya dan gagasan bersama antara komunitas dan pemerintah. Sungai Cikapundung hulunya di Bukit Tunggul. Mengalir sepanjangnya 28 kilometer melewati Kota Bandung, sebelum bermuara ke Sungai Citarum di Dayeuh Kolot, Sungai Cikapundung ini merupakan simbol dan kebanggaan warga Bandung.


Sungai Cikapundung yang melewati Kota Bandung. Foto diambil Januari 2011

Kawasan DAS Cikapundung yang merupakan kawasan perkotaan memiliki tingkat kepadatan penduduk sekitar 750 ribu jiwa. Yang memprihatinkan adalah kesadaran membuang sampah ke sungai yang masih belum dilakukan oleh sebagian besar warga.

“Ternyata tingkat ekonomi dan pendidikan seseorang tidak ada hubungannya dengan budaya hidup jorok dan buang sampah sembarangan.  Saya sudah berkali-kali melihat orang yang notabene cukup kaya, mengendarai mobil membuang sampah langsung dilempar dari kaca mobil. Bahkan kenalan yang sudah menjadi profesor sekalipun, masih saja buang sampah sembarangan” kata Rektor UT geram.


Abah TR yang bercita-cita ingin ada Kabuyutan di Cikapundung

Dari satu gagasan mengalir gagasan-gagasan selanjutnya. Upaya bermula dari keprihatinan dan berlanjut karena cinta. Demikianlah yang terjadi pada komunitas pencinta Sungai Cikapundung. Menurut Abdullah Bagus (Kang Abdul) dan Muharam (Abah TR), gagasan berikutnya adalah berusaha mengembalikan Kabayutan di DAS Cikapundung.

Dalam budaya Sunda, Kabuyutan adalah dimensi yang berisi berbagai nilai, antara lain sejarah, sosial dan lingkungan, baik sebagai sumber daya ekonomi maupun sebagai perlindungan untuk lingkungan.

“Kami ingin punya daerah tutupan hutan dan menjadi daerah Kabuyutan, yang nantinya berguna bagi kita, lingkungan dan anak cucu kita nanti” Kata Abah TR.
Sedangkan Joko Kusmoro, Pengajar Jurusan Biologi FMIPA Universitas Padjajaran, yang juga perintis arboretum UNPAD sejak 15 tahun yang lalu itu, sangat mempercayai fungsi hutan sebagai daerah tangkapan air.

Dari pengalamannya mengembangkan Arboretum UNPAD di Jatinangor, kini terdapat lima mata air di kawasan tersebut. Harapannya bagi Cikapundung adalah ingin mendata tanaman-tanaman lokal, khususnya yang menjadi jalur trekking para wisatawan yang berkunjung ke Cikapundung. “Sekalian mengenalkan kembali tanaman-tanaman lokal kepada masyarakat kita sendiri”. Kata Joko Kusmoro.

Teks: Diella Dachlan/Foto: Ng Swan Ti, Diella Dachlan/Dok.Cita-Citarum

Catatan: Arboretum adalah kawasan tempat ditanamnya berbagai jenis tanaman untuk tujuan penelitian dan pendidikan. Kawasan ini pun dapat menjadi tujuan wisata alternatif yang berwawasan pendidikan.