Citarum Roadmap dan Integrated Citarum Water Resources Management Investment Program (ICWRMIP) merupakan gambaran strategi, rencana dan pelaksanaan yang memetakan posisi saat ini dengan visi, hasil dan tujuan yang ingin kita capai di masa depan untuk pengelolaan terpadu sungai Citarum. Visi bersama untuk Citarum ini juga disebut sebagai CITA-CITARUM.
- Menteri PU Menyaksikan Pameran Foto
- Disiapkan Rp 1,3 Triliun untuk Menormalisasi S. Citarum
- Hutan Hulu Citarum Tinggal 4.566 Hektare
- Banjir Masih Terjadi Karena Deforestasi Hutan
- Pengerukan Citarum Sudah Capai 19 Persen
- Banjir Kab.Bandung Bukan Sebatas Kampung Cieunteung
- Derita Air Limbah Sungai Citarum
- Limbah Cair yang Mengalir di Sungai Citarum Ditemukan Senyawa Kimia Fenol
- Utamakan Tanam dan Pelihara Pohon Banjir Citarum tak Bisa Ditangani dengan Normalisasi
- Paseh dan Kertasari Rawan Erosi
| CITARUM KNOWLEDGE CENTER | |||||
![]() | |||||
| |||||
| Tantangan Banjir Sungai Citarum: Mari Bicara Solusi
Banjir di Sungai Citarum memang bukan lagi menjadi masalah yang baru. Laporan Foto ini mencoba merangkum secara singkat upaya dan intervensi yang perlu dilakukan. Secara sederhana, untuk menggambarkan rencana penanganan permasalahan banjir ini, perlu dilakukan dalam rencana darurat, rencana jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Rencana strategis ini dibagi lagi ke dalam upaya struktural yaitu upaya-upaya yang membutuhkan intervensi atau pembangunan fisik, dan upaya non-struktural. | |||||
| Mencari Alternatif Hijau Untuk Arjasari
Arjasari Kabupaten Bandung merupakan kawasan hulu Sungai Cirasea, salah satu anak dari Sungai Citarum. Kawasan ini termasuk dalam 46.543 Ha kawasan lahan kritis hulu Citarum. Dominasi pola tanam sayuran dataran tinggi serta tanaman palawija membuat kawasan ini rentan akan bahaya longsor serta erosi yang dapat lambat laun akan menimbulkan sedimentasi sungai. Dalam laporan ini digambarkan upaya-upaya yang dilakukan untuk mengembalikan Arjasari yang hijau dan lestari melalui pendidikan anak sekolah. Selain memulihkan kondisi DAS Citarum kegiatan ini bertujuan menumbuhkembangkan sejak dini kecintaan, kepedulian dan kemampuan siswa sekolah terhadap lingkungan di sekitarnya. | |||||
| Sebuah Perbaikan Lingkungan Sungai Citepus
Laporan foto ini memotret tentang salah satu anak sungai Citarum, yaitu Sungai Citepus. Sungai sepanjang sekitar 10,98 kilometer ini bermuara di Sungai Citarum di daerah Kampung Bojong Citepus, Desa Cangkuang, Dayeuh Kolot, disebut-sebut sebagai salah satu anak sungai yang merupakan "kontributor" sampah dan limbah terbesar bagi Sungai Citarum. | |||||
| Laporan Foto Produksi Padi Meningkat, Air Lebih Hemat
Dalam kegiatan ICWRMIP, Kementerian Pertanian sebagai salah satu pelaksana program melaksanakan penanaman padi dengan metode SRI di tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Bandung (650 hektar), Kabupaten Subang (1,000 hektar) dan Kabupaten Karawang 1,350 hektar), dengan jumlah total keseluruhan adalah 3,000 hektar. Kegiatan ini melibatkan sekitar 7,500 petani, yang tergabung dalam 150 kelompok tani. Laporan foto ini memotret kegiatan SRI ICWRMIP di salah satu lokasi program di Kabupaten Karawang. | |||||
| Rehabilitasi Prasarana Pengendali Banjir Sungai Citarum
Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai Citarum akan memulai pelaksanaan Rehabilitasi Penanggulangan Banjir Sungai Citarum yang menyeluruh dan berkesinambungan dalam tiga tahun, yaitu mulai tahun 2011 hingga 2013, dengan melakukan pengerukan meliputi ruas Sungai Citarum dari hulu hingga hilir. Dokumen ini meliputi peta, lokasi, jadwal pelaksanaan serta contoh tipikal saluran. (Dokumen ini adalah hasil kompresi file) | |||||
| |||||



Bandung. Mata air berubah menjadi tempat pembuangan sampah. Hal ini terjadi di mata air Ciburial yang terletak di Desa Cibeureum, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, yang termasuk daerah hulu Sungai Citarum. Dulu masyarakat desa Cibeureum dan sekitarnya memanfaatkan mata air ini sebagai sumber air bersih. Namun sejak tahun 1984, ketika masuknya pipanisasi air, mata air Ciburial tidak lagi digunakan.
Take away people from water,
Oleh : Rivki Maulana
Ketika banjir terjadi, fokus kita segera berubah untuk segera memberi respon dan pertolongan, khususnya kepada warga yang terkena banjir. Jika kita mengingat tahun 2010 yang lalu dimana curah hujan yang tinggi membuat kejadian banjir menjadi tajuk-tajuk utama berita di media massa. Banjir akibat luapan Sungai Citarum menjadi pemberitaan media nyaris sepanjang tahun 2010, karena banjir terjadi merata, baik di daerah hulu, tengah dan hilir.
Solusi penanganan Wilayah Sungai Citarum dilakukan melalui pendekatan struktural dan nonstruktural serta sosio-kultural simultan hulu-hilir dengan sinergi multi sektor bersama masyarakat secara terintegrasi dalam wadah koordinasi badan strategis pengelolaan WS Citarum.
Jakarta. Workshop Sinkronisasi Roadmap Wilayah Sungai Citarum dengan Perencanaan Daerah dilaksanakan di Jakarta pada Hari Rabu (28/3/12). Workshop ini diselenggarakan oleh tim Roadmap Coordination Management Unit (RCMU) ICWRMIP, diikuti oleh Instansi Pemerintah Pusat dan Daerah, serta 12 perwakilan dari pemerintah Kabupaten/Kota di Wilayah Sungai Citarum.
Jakarta. Tanggal 22 Maret merupakan Peringatan Hari Air Dunia (HAD) yang diperingati di berbagai negara di dunia. Tema tahun 2012 ini mengusung “Air dan Ketahanan Pangan”.
Rehabilitasi Saluran Tarum Barat, sepanjang 54,2 km, dari Bendung Curug (Kabupaten Karawang) hingga Bendung Bekasi (Kota Bekasi), merupakan bagian dari kegiatan tahap pertama Program Pengelolaan Sumber Daya Terpadu di Wilayah Sungai Citarum (ICWRMIP).
Sebagai daerah sentra padi, sawah dan areal pertanian di Kabupaten Karawang selama bertahun-tahun diolah untuk budidaya pertanian. Disinyalir kini kondisi kesuburan lahan sawah di Karawang mengalami penurunan (leveling down).
Kementerian Pertanian melalui Direktorat Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) merupakan salah satu pelaksana program dalam program pengelolaan Citarum Terpadu (Integrated Citarum Water Resources Management and Investment Program-ICWRMIP), yang pendanaannya didukung oleh Asian Development Bank (ADB).
Menyeimbangkan antara pemenuhan produksi pangan dalam negeri untuk 237 juta jiwa penduduk Indonesia dengan budidaya pertanian berproduksi tinggi, minim serangan hama serta tetap menerapkan pola pertanian ramah lingkungan, adalah pemikiran dan upaya yang dilakukan terus menerus.
Kabupaten Karawang bagi masyarakat Indonesia identik dengan produksi padinya. Hingga tak mengherankan jika Karawang mendapat sebutan “lumbung padi” Jawa Barat, bahkan nasional.
Bandung. Sulit membayangkan jika aliran air dengan lebar sekitar dua meter, berwarna hitam, dipenuhi sampah dan “terjepit” oleh permukiman di kanan kirinya, adalah sebuah sungai. Jika tidak percaya, silahkan mampir ke Jalan Padjajaran di pusat Kota Bandung.
Menanam sebatang pohon ibarat menanam kehidupan. Universitas Terbuka (UT), sebuah universitas negeri yang berpusat di Jakarta dan memiliki kantor hampir di seluruh propinsi di Indonesia, mencanangkan gerakan Go Green sejak tahun 2010. Dimulai dari gerakan kampus yang berusaha menghemat kertas, listrik dan air, kini melalui Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) melakukan penanaman sekitar 40,000 pohon di Bandung, Purwekerto, Yogyakarta, Surakarta dan Bandung.
Bandung - Ada ungkapan pepatah “tak kenal maka tak sayang”. Pepatah tersebut berlaku pula dalam konteks upaya bersama untuk memulihkan kondisi Sungai Citarum.
Bale Endah - Jika ada sebuah tempat yang menjadi populer ketika musim hujan tiba atau hujan besar terjadi di Kabupaten Bandung dan sekitarnya, maka tempat itu tak lain adalah kampung Cieunteung.
Bandung. Senin (12/12/11) SMPN 11 Bandung diguncang gempa. Suasana hening sekolah dalam sekejap berubah menjadi gaduh. Jeritan siswa-siswa, bunyi sirene dan kentongan sekolah bersahut-sahutan. Di dalam sebuah ruang kelas di tingkat dua, serentak murid-murid duduk berjongkok di sebelah kursi dan meja. Tas sekolah ditaruh di kepala untuk perlindungan sementara.
Bandung. Kementerian Pertanian menyelenggarakan Lokakarya System Rice Intensification (SRI) di Hotel Horison Bandung awal Desember lalu. (I/12/2011).Lokakarya ini merupakan berakhirnya rangkaian kegiatan Tahap 1 ICWRMIP pengembangan padi metode SRI seluas 3,000 hektar di tiga Kabupaten di Jawa Barat selama periode 2009-2011.